Kau adalah Siti Nur Baya era milenium
Didudukkan pada singgasana
Diramaikan oleh hiasan janur kuning
Senangkah kau?, bahagiakah kau?
Ketika seluruh rumpunmu hanyut dalam kegembiraan
Betapa malangnya
Tak ada kuasa menandingi kedua orangtuamu
Mautpun mereka tetapkan
Mereka telah berbeda
Bukan lagi pelindungmu resah
Tapi tetaplah pegang sisi positif mereka
Meski harus banyak kau mengorbankan
Kupikir diri mu setangguh tawa
yang tergurat indah di wajahmu
Nyatanya itu topeng yang menutupi kepahitanmu
Sayang, orang-orangmu menginginkan yang tak kau kehendaki
Meranakah kau, kesakitankah kau? Ku pikir kau pasti
Ingatkah kau sketsa-sketsa yang kita rancang bersama sahabat?
Sepertinya sketsa itu tidak akan menjadi gambar utuh seperti kita kirakan
Kau hanya meninggalkan butiran air mata
Kepedihan, kapahitan, kesedihan, kesakitan
Kubalas pula meninggalkan airmata didalam sembah sujudku
berharap kau terbebas dari ketidakmampuan
Aneh, kisahmu seakan tak nyata
Hanya seperti wacana settingan pada layar kaca
Namun tak ada daya pun
Ikhlaslah walau sakit
Telanlah walau pahit
Pikullah walau berat
Rasakanlah walau menyiksa
Ini adalah skenario terbaiknya untuk mu.
07/05/18, Samata, Gowa, Sulsel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar